Amalia Rahma Dona

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Peranan SIA Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Kas Perusahaan Jasa Online

Peranan SIA Menunjang Efektivitas Pengendalian Internal Kas Perusahaan Jasa Online

Amalia Rahma Dona

Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Sri Dewi Wahyundaru

Email : sridewi@unisula.co.id

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan di era sekarang ini sangatlah pesat dalam semua usaha, baik di bidang jasa maupun di bidang perdagangangan, semua pengusaha berusaha untuk mewujudkan tujuannya yang telah direncanakan. Dengan persaingan di era sekarang ini perusahaan harus mampu menghadapi persaingan yang ada, agar perusahan dapat memperoleh laba yang maksimal. Agar dapat mencapai laba yang maksimal yaitu dengan cara mengolah keuangan oleh manajemen terutama pegelolaan kas yang baik dan benar, dengan pengendalian dan pengawasan atas seluruh aktifitas kas dalam operasional perusahaan.

Tujuan dari sistem pengendalian intern menurut Mulyadi (2010:163) adalah sebagai berikut:

1. Menjaga kekayaan organisasi

2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

3. Mendorong efisiensi, dan

4. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen

Mulyadi (2010:163) menyatakan bahwa “Tujuan dari sistem pengendalian intern tersebut dapat dibagi menjadi dua macam: pengendalian intern akuntansi (Internal Accounting Control) dan pengendalin intern administratif (Internal Administrative Control)”. Selanjutnya dikemukakan bahwa pengendalian intern akuntansi yang merupakan bagian dari sistem pengendalian intern, yang meliputi struktur organisasi, metode yang dikoordinasikan terutama untuk menjaga kekayaan organisasi dan mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi. Pengendalian intern administratif meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan terutama untuk mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

Perusahaan jasa online penerimaan kasnya berbeda dengan sumber penerimaan kas pada perusahaan manufaktur maupun perusahaan dagang. Mengingat penerimaan kas ini rawan adanya kegelapan serta penyelewengan kas,maka diperlukan sistem akuntansi yang baik.

Pengendalian intern merupakan suatu tehnik pengawasan yaitu pengawasan secara keseluruhan dari aktivitas perusahaan, baik mengenai organisasi perusahaan maupun sistim yang digunakan untuk menjalankan perusahaan tersebut dan tida terkecuali alat-alat yang digunakan oleh perusahaan. Pengendalian intern tidak hanya memeriksa kebenaran angka-angka dan melindungi harta kekayaan perusahaan dari segi pembukuan saja tetapi juga memperhatikan struktur organisasi perusahaan, meningkatkan efisiensi kerja dan menganalisis keberhasilan dari suatu kebijakan manajemen. Oleh karena itu pengendalian intern harus dimonitor dan diefaluasi agar manfaat dari pengendalian intern tersebut berdaya dan berhasil guna serta dapat dipertanggungjawabkan.

Masalah pengendalian interal dalam peneriman kas dalam perusahaan jasa salah satu yang harus diperhatikan, sebab penerimaan kas membutuhkan suatu pengotrolan yang efektif jika pengendalian internal yang dijalankan atau dilakukan kurang efektif maka bisa terjadi kerugian pada suatu perusahan jasa. Kas itu sendiri terdiri dari uang kertas, uang logam, cek yang belum disetorkan, simpanan dalam bentuk giro atau bilyet, traveller’s checks, cashier’s checks, bank draft dan money order. Untuk itu dapat digolongkan sebagai kas biasanya dibatasi dengan diterima sebagai setoran oleh bank dengan nilai nominal tidak dikelompokkan dalam kas. Jika ada wesel tagih yang diserrahkan ke bank untuk ditagihkan,maka wesel tagih ini tetap dicatat sebagai piutang wesel sampai dilunasi oleh yang membuat wesel. Kadang-kadang perangko dapat digunakan untuk pembayaran yang jumlahnya kecil, tetapi perangko tidak akan diterima sebagai setoran oleh bank, maka perangko bukan kas. Maka dari itu kas cenderung mudah dipindah tangankan, mudah ditransfer dan keinginan untuk memilikinya tinggi, sehingga kas tergolong sebagai aktiva yang paling liquid, karena mudah digelapkan dan dimanipulasi serta dapat menimbulkan penyelewengan dari sisi keuangan, yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahan.

Pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran kas dapat dilakukan dengan memperhatikan dan mengamati serta menganalisis atas cass flow perusahaan. Dari cass flow ini dapat diketahui bagaimana efektifitasnya atas pengelolaan kas. Jika pengelolaan kas lebih baik atau melebihi dari cash budget, maka sudah barang tentu dapat dikatakan bahwa pengelolaan kas perusahaan sudah cukup baik. Apabila perusahaan belum menerapkan cass flow maka sudah dapat dipastikan bahwa pengelolaan keuangan tersebut belum efektif.

Dalam hal pengendalian internal penerimaan kas merupakan hal yang pasti diakukan dalam setiap lembaga keuangan di perusahaan, yang dalam kegiatannya mencakup prosedur dan harus diawasi dengan baik karena kas yang diterima baik berupa uang tunai maupun surat-surat berharga yang mempunyai sifat dapat segara digunakan, diantaranya ialah transaksi penjualan tunai, pelunasan piutang, atau transaksi lainnya yang dapat menambah kas pada setiap lembaga keuangan di perusahaan.

Penaksiran risiko suatu entitas untuk pelaporan keuangan merupakan identifikasi,

analisis dan pengelolaan risiko-risiko yang relevan terhadap penyusunan laporan

keuangan yang secara wajar disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang

berlaku umum.Proses penaksiran resiko harus mempertimbang

kan kejadian dan keadaan ekstern dan intern yang mungkin timbul dan secara tidak baik mempengaruhi kemampuan entitas untuk mencatat, mengolah, mengikhtisarkan dan melaporkan data keuangan konsisten dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan. Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang membantu

meyakinkan bahwa tindakan yang diperlukan diambil untuk menghadapi risikorisiko

yang tersangkut dalam mencapai tujuan entitas.

Kendala perusahaan jasa munculnya piutang tak tertagih yang begitu besar dan minimnya nasabah dapat diakibatkan dari system pengendalian internal yang tak memadai criteria, atau bisa saja perusahaan telah memiliki system pengendalian yang memadai tetapi tidak dipatuhi oleh karyawan perusahaan. Maka dari itu unsur-unsur yang terdapat dari semua unsur pengendalian internal, unsure karyawan yang berbuat baiklah yang paling penting, sebab apabila dalam suatu perusahaan karyawannya kompeten, jujur, maka unsur yang lainnya pun dapat dilakukan dengan baik.

Suatu kegiatan perusahaan menghasilkan informasi yang akanmemberikan man)aat kepada para pemakainya apabila kegiatan tersebutdilaksanakan sesuai dengan prosedur yang ditentukan pengendalian Intern kas akan menghasilkan informasi yang berguna bagi para pemakainyaapabila pengendalian intern tersebut sudah efektif.

Referensi :

Wahana Komputer (2003), Paduan Aplikatif Sistem Infomasi, Penerbit Andi, Yogyakarta

https://www.academia.edu/35549707/TUGAS_AKHIR_SISTEM_PENGENDALIAN_INTERNAL_KAS_PADA

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/67052/Chapter%20III-IV.pdf?sequence=2&isAllowed=y

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali